Tiga Kelopak di Taman Kelas


Tiga Kelopak di Taman Kelas

Karya Bu Dwi

Di pagi yang tenang,
sinar matahari menari lembut di dinding kelas.
Suara pensil berbisik di atas kertas,
dan di antara barisan meja,
mekarlah tiga kelopak kecil 
bunga yang belajar menulis dengan hati.

Mereka tumbuh tanpa tergesa,
menyerap cahaya dari setiap kata,
dari senyum, dari sabar,
dari hangatnya pandangan seorang guru
yang menjaga seperti bumi memeluk akar.

Kadang angin kecil datang 
membuat satu kelopak goyah,
menangis sebentar,
lalu kembali menatap cahaya.
Begitulah caranya belajar bertahan,
belajar lembut tanpa kehilangan arah.

Tiga kelopak itu berbeda warna,
satu cerah, satu tenang, satu berani.
Namun dalam taman kelas yang sederhana,
mereka tumbuh berdampingan,
belajar tentang arti bersama,
belajar tentang kasih yang tak bersuara.

Dan aku, yang berdiri di tepi waktu,
menyaksikan mereka mekar perlahan.
Tak butuh tepuk tangan,
hanya doa yang mengalun diam-diam:
semoga kelak mereka tetap mekar,
di taman kehidupan yang lebih luas,
dengan aroma ilmu dan kebaikan.

Karena di setiap huruf yang mereka tulis,
ada harapan yang kutanam dengan cinta.
Dan di setiap senyum mereka,
ada cahaya kecil 
yang membuat dunia ini terasa lebih indah.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cermin Pagi Melody

Sisa Rindu