Teduh dan Manis
Teduh dan Manis
Di halaman sekolah itu,
sebuah pohon mangga berdiri tenang.
Daunnya menari lembut pada angin,
menyapa siapa pun yang datang bermain.
Di bawahnya, tanah selalu teduh,
menyimpan tawa dan rahasia kecil anak-anak.
Burung singgah, ranting berayun,
sementara buahnya pelan-pelan matang oleh waktu.
Tak tergesa ia memberi,
tapi selalu pasti saat tiba musimnya.
Mengajarkan bahwa kebaikan tak harus cepat,
asal tumbuh dari hati yang sabar.
Pohon mangga itu tahu,
bahwa setiap buah manis
lahir dari panas, hujan, dan kesetiaan pada tanah
Komentar
Posting Komentar