Sore di Kelas yang Rapi
Sore di Kelas yang Rapi
Sore turun perlahan di balik jendela,
meninggalkan cahaya lembut di meja-meja kayu.
Kelas sudah senyap,
hanya aroma pel yang masih tertinggal,
dan bayangan matahari yang menari di dinding.
Di sudut ruangan, papan tulis telah bersih,
tak ada huruf, tak ada angka,
hanya sisa debu kapur yang menceritakan lelah dan tawa.
Kursi berbaris rapi seperti prajurit kecil,
lantai berkilau,
dan di atas meja guru,
terdapat setangkai bunga kertas buatan tangan mungil
hadiah kecil yang tak diminta.
Kelas itu kini beristirahat,
seperti hati yang damai setelah belajar dan berbagi.
Tak ada suara, tak ada langkah,
hanya tenang yang lembut seperti doa sore.
Dan di dalam hening itu,
tersimpan satu kebahagiaan sederhana
bahwa setiap sapuan, setiap tawa, setiap kerja kecil,
telah menjadikan kelas ini
tempat yang penuh cinta.
Komentar
Posting Komentar