Serabut yang Teguh

 

Serabut yang Teguh

Di sudut kelas, sapu patah terbaring,
serabutnya tercerai, masih memeluk lantai.
Debu menari di sinar pagi,
menyapa tiap serat yang lelah,
tak pernah berhenti menahan tanggung jawabnya.

Meski patah, ia tetap tegar,
mengajarkan arti diam yang gigih.
kerja kecil tak selalu sempurna,
tapi setiap sapuan meninggalkan jejak,
dan setiap debu yang hilang membawa kedamaian.

Sapu itu diam, tapi suaranya terdengar,
di ruang yang kini bersih dan tenang.
Ia mengingatkan
ketekunan dan kesabaran
sering hadir dalam bentuk yang sederhana,
teguh,
meski tak sempurna.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cermin Pagi Melody

Sisa Rindu