Senja di Kelas Kecilku

 

Senja di Kelas Kecilku

Kadang suaraku meninggi,
seperti angin yang lupa arah.
Di tengah tawa anak-anak kecil,
aku tersesat di antara lelah dan harapan.

Kapur di tanganku menari terburu-buru,
kata-kata keluar tanpa sempat kutimbang,
sementara mata-mata polos itu menatap,
tak mengerti mengapa langit tiba-tiba berawan.

Lalu hening datang pelan,
seperti senja yang menunduk di jendela kelas.
Hatiku mengetuk pelan,
mengajakku menunduk bersama rasa bersalah.

Aku tahu, setiap amarah meninggalkan jejak,
tapi cinta juga tahu cara memperbaikinya.
Maka kutuliskan maaf dalam tatapan,
kutaburkan sabar di setiap langkah kecil yang kutemui.

Kelas ini tak selalu riuh oleh pelajaran,
kadang dipenuhi oleh bisik penyesalan dan doa diam.
Dan di balik cahaya oranye senja yang redup,
aku belajar 
bahwa menjadi guru bukan tentang sempurna,
tapi tentang terus berusaha mencintai,
meski kadang salah arah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cermin Pagi Melody

Sisa Rindu