Senja di Balik Beton

 

Senja di Balik Beton

Senja datang di antara gedung,
Cahayanya patah di kaca tinggi.
Ia menyentuh sawah,
Hanya memantul dingin.

Burung pipit tak punya arah,
Pulangnya hilang ditelan lampu.
Langit oranye perlahan pudar,
Tertutup kabut pabrik dan waktu.

Di hati orang-orang tua,
Senja masih terasa lembut.
Warna jingganya hidup kembali,
Dalam cerita di beranda sepi.

Senja di kota tetap indah,
Tapi tanpa suara jangkrik.
Hanya diam yang bercerita,
Tentang kehilangan yang pelan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cermin Pagi Melody

Sisa Rindu