Saat Mangga Jatuh
Saat Mangga Jatuh
Sore datang pelan di halaman sekolah,
angin mengguncang ranting yang sabar.
Satu buah mangga jatuh ke tanah,
tanpa suara, tanpa keluh.
Anak-anak berlari mendekat,
matanya berbinar seperti mentari kecil.
Tak ada yang tahu,
berapa lama pohon itu menunggu waktu memberi.
Jatuhnya bukan kehilangan,
melainkan hadiah yang akhirnya sampai.
Karena pohon tahu,
setiap yang matang harus rela dilepaskan.
Begitu pula kasih,
tak perlu disimpan tinggi di dahan,
cukup dijatuhkan perlahan
agar dunia tahu,
kebaikan pun bisa tumbuh
dari keikhlasan yang diam.
Komentar
Posting Komentar