Pohon Jambu Tepi Gang
Pohon
Jambu Tepi Gang
Ia masih
berbuah setiap tahun,
Walau tanahnya makin sempit.
Rantingnya menyentuh kabel listrik,
Namun tetap berdaun rapi.
Anak-anak
tak lagi memanjatnya,
Buahnya jatuh tanpa suara.
Hanya angin yang menatap iba,
Melihat masa kecil menghilang tiba-tiba.
Daun-daunnya
bergetar di senja,
Seolah menyapa masa lalu.
Di bawahnya pernah ada cerita,
Tentang tawa dan persahabatan dulu.
Kini
pohon jambu berdiri diam,
Menjadi penanda antara dua masa.
Antara desa yang telah berakhir,
Dan kota yang belum sepenuhnya tiba.
Komentar
Posting Komentar