Pelita di Halaman

 

Pelita di Halaman

Aku menabur benih di tanah yang hening,
setiap butir adalah doa yang kugenggam erat.
Embun pagi menetes perlahan,
menyirami harapan yang belum terlihat.

Bunga-bunga menunduk di antara kabut,
menunggu langkah yang dulu riuh.
Aku menyalakan pelita di sudut halaman,
agar cahaya tak padam meski dunia diam.

Angin berbisik dari kejauhan,
membawa kabar burung yang tersesat.
Aku memanggil mereka dengan suara sabar,
mengingatkan bahwa di sini selalu ada rumah.

Batu-batu setia di tepi jalan,
menjadi saksi ketekunan yang tak goyah.
Aku menata jalan, menabur pupuk,
karena setiap usaha kecil akan kembali menjadi cahaya.

Suatu hari, aku percaya,
benih-benih ini akan tumbuh mekar,
langkah-langkah riuh akan kembali,
dan halaman yang sepi akan bernyawa lagi,
dengan tawa dan cerita yang hilang tak akan sia-sia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cermin Pagi Melody

Sisa Rindu