Pagi Tanpa Kabut
Pagi
Tanpa Kabut
Dulu
kabut datang bersama ayam jantan,
Menyapa lembut di antara bambu.
Kabut tak lagi bertandang,
Diganti debu dari kendaraan baru.
Pagi
terasa tergesa-gesa,
Tak sempat lagi menyapa tanah.
Orang-orang berjalan cepat,
Meninggalkan udara yang lelah.
Di balik
rumah tua,
Masih ada embun yang setia.
Menetes perlahan di daun talas,
Seolah menolak jadi masa lalu.
Pagi
tanpa kabut, tapi tak tanpa rindu,
Desa bernafas pelan di balik waktu.
Hangat yang dulu sederhana,
Dunia menjadi terlalu nyata.
Komentar
Posting Komentar