Pagi di Meja Piket
Pagi di Meja Piket
Mentari menetes lembut lewat jendela,
menyentuh lantai yang masih berkilau basah,
di sudut ruangan, sapu bersandar diam,
menyimpan lelah kecil yang tak pernah mengeluh.
Kursi dan meja berdiri rapi,
seolah baru saja diajak bicara oleh tangan-tangan kecil.
Di papan tulis, sisa kapur membentuk jejak putih,
menunggu cerita baru dimulai hari ini.
Ada tawa pelan di antara langkah,
ada kerja sama yang tak butuh banyak kata.
Semua bergerak dalam irama sederhana
irama cinta pada ruang tempat mereka belajar.
Pagi di meja piket bukan sekadar tugas,
tapi janji kecil pada kebersihan dan tanggung jawab.
Di sana, anak-anak belajar diam-diam
bahwa menjaga kelas
adalah cara lain untuk mencintai rumah keduanya.
Komentar
Posting Komentar