Masih Jauh

Masih Jauh

Aku datang,
membawa kata yang kususun dari sisa berani,
dengan hati yang menunduk
dan tangan yang siap merangkul.

Namun kau diam,
seperti langit yang menutup diri dari fajar.
Aku mengetuk dengan sabar,
tapi pintumu tak lagi mengenal suaraku.

Aku tahu, mungkin hatimu masih luka,
dan lukaku pun belum sembuh seluruhnya.
Tapi bukankah kita sama
dua cahaya yang seharusnya saling menerangi,
bukan saling membakar dalam gengsi?

Aku tak ingin menang,
aku hanya ingin damai.
Aku tak ingin kembali ke masa kecil,
aku hanya ingin kau tahu
aku tetap menganggapmu rumah,
meski pintunya kini tertutup rapat.

Malam pun jadi saksi:
aku masih menatap arahmu,
bukan karena berharap,
tapi karena kasih tak tahu cara berpaling.

Jika suatu hari kau lelah bersembunyi dari terang,
aku masih di sini
tak lagi menunggu,
hanya tetap menyala,
agar kau tahu,

aku tak pernah benar-benar pergi. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cermin Pagi Melody

Sisa Rindu