Langkah Petani yang Terlambat

 

Langkah Petani yang Terlambat

Ia datang membawa cangkul tua,
Ke tanah yang kini dijaga pagar.
Langkahnya lambat, matanya redup,
Harapnya masih segar.

Ia lihat sawah berganti toko,
Deretan kaca mengganti rumput.
Tangannya gemetar menyentuh tanah,
Memeluk waktu yang runtuh.

Hujan turun, tapi tak menyapa,
Karena tanah tertutup semen.
Petani itu menunduk lama,
Membaca doa di atas kenangan.

Langkahnya berat menuju pulang,
Senyumnya tetap tenang.
Karena di dada, sawahnya kekal,
Walau dunia sudah berubah total.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cermin Pagi Melody

Sisa Rindu