Langkah Anak ke Sekolah Baru
Langkah
Anak ke Sekolah Baru
Ia
berjalan di trotoar lebar,
Tak lagi melewati pematang sawah.
Seragamnya rapi, tasnya berat,
Matanya rindu pada lumpur.
Ia dengar
cerita ayahnya,
Tentang jalan berlumpur dan hujan.
Hujan hanya di selokan,
Di kaki yang telanjang.
Dalam tas
kecilnya,
Ada segenggam biji padi tua.
Ia simpan, katanya untuk taman,
Sebagai janji pada masa lalu.
Langkah
kecil itu membawa harap,
Antara desa dan masa depan.
Ia tahu: kemajuan penting,
Tapi akar tak boleh dicabut.
Komentar
Posting Komentar