Kanvas Istimewa

 Pelukis Senja dan Kanvas Istimewa

Di ruang kecil bernama kelas,
aku berdiri
pelukis senja dengan sapuan sabar.
Di hadapanku terbentang kanvas istimewa,
putih, sederhana,
namun menyimpan ribuan warna yang belum bernama.

Kanvas itu tak selalu mengerti garis,
kadang meneteskan warna ke arah yang tak kuduga.
Namun di situlah indahnya 
tetes-tetes yang jujur,
yang mengajari arti menerima tanpa ukuran.

Setiap hari aku belajar darinya,
tentang arti pelan,
tentang bagaimana warna bisa bicara
tanpa harus sempurna.

Kanvas istimewa itu tak pernah sama,
kadang sunyi, kadang riuh dengan tawa yang aneh bunyinya.
Tapi di balik itu,
ada langit yang perlahan belajar menjernih,
ada mata yang mulai mengenal cahaya.

Aku tak lagi ingin membuat lukisan indah,
cukup menatap warna-warna kecil yang ia cipta,
dan tahu 
di antara goresan tak rapi itu,
ada cinta yang tumbuh diam-diam.

Aku pelukis senja,
dan ia 
kanvasku yang istimewa.
Bersama kami melukis bukan untuk dipamerkan,
melainkan untuk dikenang,
sebagai bukti bahwa keindahan sejati
tak selalu harus sempurna. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cermin Pagi Melody

Sisa Rindu