Hujan Tanah Beraspal

 

Hujan Tanah Beraspal

Hujan jatuh membawa harum,
Tanah tersenyum, padi menunduk.
Ia jatuh di aspal keras,
Membentuk genangan tanpa peluk.

Anak-anak tak lagi berlari,
Mereka takut cipratan debu.
Langit menangis tanpa arti,
Airnya hanyut ke parit semu.

Setiap tetesnya berbisik,
Tentang sawah, tentang ibu.
Tentang kaki kecil yang berlumpur,
Kini berdiri di trotoar waktu.

Hujan tetap datang setiap musim,
Menyapa dunia yang berubah.
Di balik kaca jendela tinggi,
Menunggu keajaiban tanah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cermin Pagi Melody

Sisa Rindu