Harapan di Bumi Sunyi
Harapan di Bumi Sunyi
Di tanah yang sepi, aku menabur cahaya,
setiap biji adalah janji pada pagi yang hening.
Kabut merayap perlahan,
membungkus halaman dengan rindu yang lembut.
Daun-daun menatap langit,
menunggu langkah yang dulu membawa tawa.
Aku menyalakan lentera kecil,
agar sinar tetap menuntun arah yang hilang.
Angin membawa suara dari jauh,
menceritakan tentang burung yang memilih terbang.
Aku berbisik pada mereka,
“Di sini selalu ada tempat yang menunggu.”
Batu-batu di jalan setapak tegak,
menjadi saksi ketekunan yang diam.
Setiap tetes hujan, setiap embun,
adalah doa yang menanam harapan dalam tanah.
Meski halaman ini sunyi,
aku tetap menanam, tetap menata,
tetap menunggu musim yang akan membawa kembali
langkah-langkah yang hilang,
dan senyum yang lama tersimpan di rerumputan.
Komentar
Posting Komentar