Halaman yang Hilang
Halaman yang Hilang
Di rak kelas, ada ruang yang kosong,
di meja, satu halaman tak lagi tersentuh.
Buku itu hilang, jejaknya tetap tersisa,
di aroma tinta, di lipatan lembar, di ingatan yang diam.
Aku merindukan cerita yang pernah kubaca,
kata-kata yang menari di kepala,
dan pelajaran yang diam-diam menumbuhkan sabar,
seolah setiap huruf masih menunggu di sudut waktu.
Buku itu mungkin berpindah tangan,
atau berbaring di sudut lain yang jauh,
halaman-halamannya tetap hidup,
di hati yang pernah membaca,
di kenangan yang tak pernah pudar.
Karena meski hilang,
buku tetap teman,
dan setiap pelajaran yang ia titipkan
akan terus tumbuh,
seperti pohon kecil yang sabar menunggu hujan.
Komentar
Posting Komentar