Gerimis di Atas Atap Seng

 

Gerimis di Atas Atap Seng

Gerimis jatuh di seng panas,
Tak lagi di daun pisang.
Suara dentingnya asing, keras,
Menutup nyanyian alam yang tenang.

Setiap hujan membawa bau tanah,
Sekarang hanya bau besi dan aspal.
Anak-anak tak lagi menari,
Mereka menutup jendela rapat-rapat.

Namun gerimis tetap setia,
Datang tanpa pamit, tanpa marah.
Menyentuh genting, menyapa hati,
Mengingatkan kita tentang lembutnya bumi.

Hujan kecil itu menjadi saksi,
Waktu memang tak berhenti.
Rasa syukur yang sederhana,
Hidup di tiap tetesnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cermin Pagi Melody

Sisa Rindu