Embun di Daun Pagar
Embun di
Daun Pagar
Embun
dulu menetes di alang-alang,
Menyapa pagi yang masih pucat.
Ia menempel di kawat besi,
Tetap berkilau seperti mutiara.
Burung
kecil datang sesekali,
Menyapa embun yang tak menyerah.
Walau tanah keras, ia bertahan,
Sebagai sisa lembut dari alam.
Orang
yang lewat tak memperhatikan,
Mereka terlalu sibuk bergegas.
Embun tahu tugasnya,
Menjaga sejuk di hati dunia.
Kecil,
bening, dan sementara,
Tapi penuh arti di pagi hari.
Embun di pagar kota berbisik:
“Aku masih dari desa yang sama.”
Komentar
Posting Komentar