Dua Cahaya
Dua Cahaya
Kita dulu seperti dua cahaya
yang lahir dari langit yang sama
menyala berdekatan,
menyusuri gelap tanpa ragu.
Tapi waktu berubah menjadi jarak.
Kau ke utara, aku ke selatan,
dan di antara kita,
mengalir diam yang tak bisa dijembatani kata.
Aku masih ingat suaramu
kadang muncul dalam mimpi,
seperti gema yang memanggil,
namun tak pernah sampai.
Kita sama-sama belajar menjadi dewasa,
tapi lupa bagaimana caranya pulang.
Aku dengan pikiranku,
kau dengan keyakinanmu,
dan di antara itu
ada cinta yang terselip, tak terucap, tapi nyata.
Mungkin suatu hari nanti
langit akan mempertemukan kita lagi,
bukan untuk membahas siapa yang salah,
tapi untuk saling menatap
tanpa beban, tanpa jarak,
seperti dua cahaya
yang akhirnya bersinar dalam tenang yang sama.
Komentar
Posting Komentar