Di Ujung Jalan Tanah
Di Ujung
Jalan Tanah
Jalan
tanah itu kini beraspal,
Rata dan terang di malam hari.
Ujungnya masih tersisa,
Jejak roda pedati yang sepi.
Anak-anak
berlari di sana,
Kaki lumpur dan tawa merdeka.
Langkah menjadi kaku,
Tergantikan sepatu dan waktu.
Di bawah
lampu jalan yang dingin,
Kenangan berlalu seperti angin.
Mereka menoleh, tapi tak menemukan,
Bayang masa kecil yang tersimpan.
Hati yang
tak berubah,
Ada jalan penuh sejarah.
Tanahnya hilang, tapi rasanya tinggal,
Mengikat jiwa yang tak bisa pindah.
Komentar
Posting Komentar