Di Bawah Langit yang Tak Lagi Biru

 

Di Bawah Langit yang Tak Lagi Biru

Ada hari-hari
ketika langit tak lagi biru,
dan burung-burung memilih diam di ranting sunyi.
Di sanalah aku berdiri
menyembunyikan letih di balik senyum
yang bahkan tak sempat kupahami.

Aku berjalan di antara bayang,
menyusuri lorong waktu
yang penuh gema langkahku sendiri.
Setiap napas terasa berat,
seperti memanggul hujan yang tak kunjung reda.

Aku pernah percaya,
bahwa luka hanyalah jeda dari bahagia.
Tapi kini aku tahu,
kadang luka adalah cara semesta
mengajarkan kita bahasa bertahan.

Malam pun datang,
menyalakan sepi di dadaku.
Namun di antara kabut dan doa yang retak,
masih ada satu bintang kecil
redup, tapi jujur
mengajakku menatap lagi ke atas.

Bukan karena aku kuat,
tapi karena aku masih ingin percaya
bahwa esok
mungkin saja biru akan kembali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cermin Pagi Melody

Sisa Rindu