Di Balik Lelah yang Tak Pernah Selesai
Di Balik Lelah yang Tak Pernah Selesai
Kadang aku lelah.
Lelah menegur, lelah mengulang,
lelah melihat tawa yang tak kenal waktu,
saat baris di papan tulis belum selesai kutulis.
Aku lelah menata gaduh yang tak pernah reda,
lelah mencari arti diam di antara ribut kecil,
lelah menahan sabar yang menipis pelan-pelan,
seperti kapur yang habis di ujung tangan.
Namun di balik lelah itu,
ada sesuatu yang tak ingin hilang
tatapan polos yang menyesal,
tangan kecil yang tiba-tiba menggenggam erat,
seolah berkata tanpa suara,
“Terima kasih, Bu, karena tetap di sini.”
Maka aku menarik napas,
menyimpan letih di sudut hati,
dan kembali menulis huruf demi huruf,
karena aku tahu
dari gaduh merekalah sabarku tumbuh,
dari tangis merekalah hatiku belajar lembut,
dan dari lelah merekalah aku merasa berarti.
Kelas ini mungkin tak pernah benar-benar tenang,
tapi di sanalah hidupku bernafas.
Dan meski aku lelah,
aku tahu
aku tak akan pernah pergi.
Komentar
Posting Komentar