Bunga Kertas di Halaman Lama
Bunga
Kertas di Halaman Lama
Rumah
kayu telah tiada,
Diganti tembok dan pagar besi.
Bunga kertas itu bertahan,
Mekar di antara kenangan sepi.
Setiap
kelopaknya seperti cerita,
Tentang tangan ibu yang menyiram pagi.
Tentang tawa kecil di bawah sinar,
Tentang cinta yang tak pernah pergi.
Orang
lalu-lalang tanpa menatap,
Tak tahu bunga itu berbisik lembut.
Ia menunggu hujan, menunggu salam,
Dari masa lalu yang telah redup.
Di antara
beton yang angkuh tinggi,
Bunga kertas tetap menunduk manis.
Ia tahu: tak semua yang hilang,
Benar-benar pergi dari hati.
Komentar
Posting Komentar