Angin Tak Lagi Dingin
Angin Tak Lagi Dingin
Angin
datang tanpa sejuk,
Melewati dinding kaca dan baja.
Ia kehilangan bau jerami,
Tersesat di panas perkotaan.
ia
berhembus lembut,
Menyibak rambut anak gembala.
Ia membawa debu,
Dan suara klakson yang nyaring.
Ladang
yang tersisa,
Merasa sisa lembutnya.
Menyentuh daun pisang yang tua,
Seperti pelukan dari masa lalu.
Angin
boleh berubah arah,
Tak lupa jalan pulang.
Ia tetap datang setiap senja,
Membawa kabar tentang ketenangan.
Komentar
Posting Komentar